smilling_kiddo (smilling_kiddo) wrote in join_fl,
smilling_kiddo
smilling_kiddo
join_fl

  • Mood:

[o/?] Lachrymose

Title : Lachrymose
Author : Angel smilling_kiddo 
Pairing : Sho Sakurai x OC
Genre : Half Fantasy, (mungkin) half-romance)
Rating : G
Theme : non-yaoi
Starring: Arashi (Sho Sakurai), OCs
Disclaimer : Sayangnya saya tidak memiliki Sho maupun member arashi lainnya u_u mereka milik mereka sendiri dan milik orang tua mereka. OCs jelas milik saya. plot milik saya dengan bantuan myaqumarine . Terinspirasi dari film Merlin, dan deathnote dan lainnya. Dan big Thanks juga untuk libera yang nemenin saya dan membangun mood saya dengan baik dan sempurna u_u
Summary : Always fail at this. Someone willing to help me with this? u_u
 



Di dunia ini, sekali kau melakukan kesalahan, maka kau akan di cap sebagai seseorang yang melakukan kesalahan untuk seumur hidup. Tanpa memperdulikan sebesar apa kesalahanmu. Dunia yang penuh dengan kesempurnaan. Dunia kosong dan membosankan yang penuh dengan kesempurnaan.

Tidak ada tempat yang layak untuk mereka yang tidak bisa menyelesaikan tugas mereka dengan sempurna. Antara Neraka yang paling dalam, atau mati di balik sel-sel penjara yang di isi dengan makhluk-makhluk kasat mata yang akan membisikan semua kesalah-kesalahan dan membuat siapapun yang ada di dalamnya membunuh dirinya sendiri. Klasik.

Ehem—orang? Manusia?

Sosok yang sekedar impian kosong. Terjebak dalam tubuh manusia, tapi tidaklah di sebut manusia. Bertugas sebagai mereka yang membawa manusia-manusia—yang dianggap tidak layak hidup—ke neraka. Tanpa harus di lihat oleh manusia lain tentunya. Singkatnya adalah shinigami. Dewa kematian. Dan Dewi kematian.

Terdengar suara kunci yang di masukan dalam lubang kunci antik berkarat yang sudah mengurungnya selama 24 tahun. Di ikuti dengan 2 makhluk bertubuh besar. 24 tahun berada di dalam penjara bersama dengan makhluk makhluk kasar mata lainnya cukup membuat beberapa indranya mati. Tidak ada perlawanan sama sekali ketika kedua makhluk—yang di kenal sebagai troll—itu menyeretnya keluar dari dalam ruangan berukuran cukup luas untuk seorang shinigami muda.

Melewati lorong panjang penuh dengan penjara berisi shinigami yang merengek untuk minta di keluarkan, dan memohon pada makhluk kasat mata untuk mengampuni kesalahan mereka dan berhenti berbisik. Hasilnya sudah jelas nihil. Shinigami tidak mengenal yang namanya pengampunan. Yang di kenalnya hanyalah sayap putih berarti kau adalah shinigami yang tidak berguna, dan sayap hitam adalah shinigami yang mempunyai derajat lebih tinggi. Titik.

Tebakannya adalah sekarang ia sudah sampai ke tempat di mana kedua makhluk besar itu membawanya. Badannya seenaknya di jatuhkan ke atas lantai putih bersih. Terdengar suara samar-samar beberapa shinigami lain, yang kemungkinan menggunakannya sebagai subjek. Beragumentasi pada Shinigami lain yang mempunyai tahta lebih tinggi dari mereka.

“Bagaimana kalau aku masih memaksakan keputusanku?” Suara yang berkesan santai. Sebuah tangan besar menjambak rambut dari gadis ini dan membuatnya mengangkat kepalanya dan berlutut hormat. Mata indigo tuanya menatap kosong ke arah sang pembicara tadi.

“Yang mulia! Kita bisa saja—“ terpotong oleh sebuah sabit panjang dengan ukiran bahasa kuno yang siap memotong kepalanya kapan saja. Matanya jelas menjelaskan kalau ia tidak suka kalau ada yang menentang pendapatnya. Menyulas sebuah senyuman di bibirnya tidak membantu membuat orang di sekitarnya terlihat tenang.

“Kau sudah tua, Shin-chan. Aku akan memberikan kau libur.” Menggerakan sedikit dari sabitnya menembus leher shinigami tersebut. “Untuk selamanya.” Hening seketika. Semudah itulah shinigami membunuh sesamanya. Menggerakan sedikit, dan selesai.

Pria itu kini bangun dari tempat duduknya, dan beberapa shinigami lainnya terlihat mundur dari posisi mereka. Merentangkan tangannya, dan melemaskan otot-ototnya. Wajahnya masih tersenyum manis. Senyum yang tidak bisa di tebak antara senyum yang menyimpan kebahagiaan atau senyum yang bisa membunuh. Mata kanannya berwarna hijau limun, dan mata kirinya berwarna hitam pekat dengan simbol lingkaran sihir yang hanya di miliki oleh para petinggi.

“ahh! Yuki-chan. Hey, seseorang bersihkan mayat ini dong!” menunjuk-nunjuk ke arah mayat dengan kepala yang sudah terpisah dari badannya. Menyungging senyum nakal lagi pada gadis tersebut, “Kita kedatangan tamu di sini.”.

Kalau kau belum pernah bertatapan mata dengan petinggi Shinigami, kau bisa merasakanya dengan membekukan dirimu di es. Tatapannya terlihat ramah. Hanya untuk beberapa detik pertama. Setelahnya kau akan merasa kalau darah yang ada di sekujur tubuhmu membeku dan kau tidak akan bisa menggerakan tubuhmu lagi. Tipikal dengan yang di rasakan gadis yang di panggil ‘Yuki’ dengan embel-embel akrab —chan.

“Kau pasti tidak akan tahu kenapa aku memanggilmu ke sini kan?” Melangkah santai dan berlutut di depan gadis kecil itu. Onyx pekatnya terlihat bersinar, dan dalam hitungan detik gadis kecil itu kehilangan keseimbangannya. Pria berpakaian serba putih itu menangkapnya.

“Masih belum kuat ya.” Menyentuh dahi gadis tersebut, dan sekali lagi lingkaran sihir merah di mata kirinya bersinar. Sepasang sayang putih menyeruak keluar dari punggung shinigami muda itu. Kesadarannya kembali terkumpul sedikit demi sedikit. Memori-memori dari alam bawah sadarnya kembali terputar. Semua. Bagaimana ia bisa berada di dalam penjara tadi, bagaimana ia memohon untuk di keluarkan, dan identitas asli dari pria ini.

Pria itu mengangkat tangannya dari dahi gadis kecil tersebut dan tersenyum karena usahanya lumayan terbayar.

Membuka matanya perlahan, dan sosok yang ada di memorinya jelas tergambar jelas di retinanya. “Onii—chan—“ panggilan untuk cowok yang lebih tua. Sesak amarah mulai memenuhinya. Bagaimana pria ini mengabaikannya, dan membuangnya ke dalam penjara terkutuk itu. Semua. Dan tidak lupa, bagaimana ia memohon pada pria ini untuk memaafkannya. Sebuah kesalah kecil yang mudah di hapus dengan sebuah jentikan jari oleh gadis ini.

“Selamat datang kembali. Imouto-chan.” Senyum manis dan berdiri meninggalkan Yuki terduduk di lantai dingin ini. Suara langkah kaki nya terdengar menjauh. Yuki menggerakan jemarinya menggambar sebuah simbol kasat mata, dan mengumpulkan kekuatannya. Kekuatannya yang sudah hampir tidak berguna karena tidak di gunakan selama 24 tahun.

Seorang penjaga melihatnya dan langsung mengarahkan tombak panjang dengan ukiran-ukiran antik pada gadis yang di balut baju putih itu dan menyuruhnya untuk berhenti. Tidak ada reaksi. Gadis kecil itu menutup matanya dan mengumpulkan konsentrasinya. Tidak ada hal lain yang ingin di lakukannya selain membunuh pria yang jelas berderajat lebih tinggi darinya.

Pria itu duduk di bangku besarnya tidak lupa dengan senyuman manis di bibirnya. Penjaga yang mengarahkan tombang panjangnya pada Yuki mulai kehilangan kesabarannya dan siap menamcapkan tombaknya pada punggung gadis tersebut. Sebuah jentikan jari terdengar menggema di ruangan tersebut. Gerakan penjaga tersebut terhenti.

Selang beberapa detik. Dan penjaga tersebut mengeluarkan darah dari penjuru badannya. Mulut, mata, telinga, hidung. “Mengganggu.” Dan pemuda bertombak itu kini sudah tidak berbentuk. Membunuh bukanlah hal yang merepotkan.

Kembali memfokuskan matanya pada adiknya, pria itu tersenyum puas. Hanya mereka yang merupakan keturunan terhormat yang bisa melakukan sihir. Termasuk Yuki. Kekuatannya di anggap tidak terbatas.

“Mungkin kau mau berpikir dua kali kalau kau mau membunuhku, [i]Imouto-chan[/i].” Menyilangkan kakinya santai.Kekuatan yang besar hanya akan menjadi mainan anak kecil tanpa pengendali yang kuat.

Yuki kembali mengangkat wajahnya. Matanya terlihat berubah menjadi warna yang lebih terang. Mata yang penuh dendam dan kebencian. “Entah sudah berapa kali aku berlutut di hadapanmu untuk meminta permohonan maaf,” Mengangkat badannya, dan di tangan kanannya terlihat sebuah bola berwarna putih yang berisi semua kekuatan yang berhasil ia kumpulkan.

“Entah sudah berapa kali aku meminta mu langsung membunuhku. Bukan memasukan aku kedalam penjara terkutuk itu.” Airmata mulai mengalir dari pelupuk matanya. Airmata yang menyimpan semua perasaan yang membusuk di dalam dirinya selama 24 tahun. “Kau pikir aku akan dengan mudah memaafkanmu?”

Mengangkat wajahnya dan merentangkan tangannya ke arah pria tersebut yang masih tersenyum puas. Sebuah ledakan besar terdengar. Nafasnya tersenggal-senggal. Ini pertama kalinya ia mengeluarkan tenaga sebesar itu setelah bertahun-tahun. Tahta cowok yang sedarah dengannya hancur meninggalkan sisa-sisa debu yang masih berterbangan.

“Iche bieappe” bayangan sesosok pria yang seharusnya sudah hancur bersama bangku besarnya.

Suara melengking menghancurkan ketertegunan shinigami di sekitarnya. Sebuah tali kasat mata terlihat melilit gadis bersurai hitam pekat itu. Mantra pengikat. Sistem bekerjanya gampang. Mengingat seseorang sampai tulang-tulangnya hancur. Singkat kata : hal ini bisa membunuhmu.

“Sudah ku bilang kan.” Senyum culas. Matanya memancarkan setitik kemarahan. “Aku tidak perduli dengan apa yang ada di dalam ramalan itu. Kau tidak akan bisa mengalahkan aku walaupun kau berusaha sekeras apapun, [i]Imouto-chan[/i].” Jemari panjangnya mengelus rambut adiknya yang masih menahan rasa sakit dari tali kasat mata perbuatannya.

“Aku tidak akan pernah memaafkanmu atas segala hal yang sudah kau perbuat padaku!” Suaranya di paksakan keluar dari pita suaranya, dengan oksigen yang sangat minim. Pria itu menggelengkan kepalanya sambil terkekeh pelan.

“Sebenarnya aku sangat tidak mau kalau kau melupakan aku. Tapi—mungkin tidak apa-apa.” Mengeluarkan sebuah kalung berlapis emas putih dengan leontin batu kristal bening. Tidak ada yang tidak mengetahui kegunaan kalung ini. Kalung yang akan mengurung memori dan kekuatan si pengguna. Hanya dapat di buka oleh mereka yang berhati putih.

“Kau—bercanda. ONII-CHAN KAU BERCANDA!” Airmata mulai membasahi gadis kecil itu. Mata yang tadinya berisi kebencian, kini berubah menjadi mata yang memancarkan sinar horor dan ketakutan yang sangat amat.

Sayangnya pemuda yang di panggilnya dengan sebutan ‘onii-chan itu tidak bercanda’. Pria itu mengecup dahi dari adiknya, dan mengalungkan kalung tersebut di leher adiknya.

Suara melengking kembali menghiasi ruangan yang penuh dengan wajah horor dari para shinigami lain. Mereka mendapat pelajaran yang berharga hari ini : Raja mereka bukanlah orang yang memandang status keluarga.

Teriakan Yuki terhenti. Kepalanya terhentak kebelakang dan batu kristal yang tadinya tidak berwarna, berubah menjadi hitam. Matanya terpejam. Mati? Tidak.

“Springe” menggerakan jemarinya dan seketika juga tali kasar mata yang tadinya mengikat tubuh mungil Yuki menghilang beserta dengan sepasang sayap putihnya. Merentangkan tangannya dan menangkap tubuh mungil gadis itu. Memeluknya erat dan setengah menyesal atas apa yang telah di perbuatnya. Tapi tidak ada cara lain. Hanya ini.

“Kiyoshi—sama—“ selamat tinggal panggilan ‘onii-chan’. Dan di ketahui Yuki sekarang hanyalah pria bernama Kiyoshi yang harus di hormati dan di layani. Bukan sebagai kakak lagi, tapi sebagai raja. Pemimpin. Tidak ada lagi mata yang memandang dendam pada pria yang menjabat sebagai pemimpin itu. Tidak ada lagi yang berani seenaknya menyerang.

Yang ada hanyalah mereka yang menghormati.

Melepaskan pelukannya dari tubuh mungil gadis itu, dan melambaikan tangannya seraya onyx pekatnya kembali bersinar. Sebuah awan-awan entah-dari-mana terlihat di depannya, menunjukan seorang pria setengah baya. Auranya terlihat berbeda dari manusia-manusia lainnya yang pantas di bunuh. Auranya bersih.

“Ini tugas mu. Tebus kesalahanmu 24 tahun yang lalu sekarang.” Kata-kata formal di lanjutkan dengan lingkaran sihir yang muncul di lantai itu dan membawa gadis itu menghilang seiring dengan cahayanya yang menghilang.

Dunia baru. Dunia manusia.

---------------------

Itu prolog........ ITU PROLOG SEPANJANG 4 HALAMAN MS WORD DAN 1564 KATA! HAHA *gila*

gak ada Sho nya? sabar yaa~ baru prolog ini~ XD chapter 1 ada~ XD

KOMEN KOMEN KOMEN :D
Tags: author: smilling_kiddo, fandom: arashi, pairing : sho sakurai/oc, rating: g, type: chaptered
  • Post a new comment

    Error

    Anonymous comments are disabled in this journal

    default userpic

    Your IP address will be recorded 

  • 2 comments